Rabu, 25 April 2012

Analisa Pengobatan dengan Ceragem

ANALISA TENTANG PENGOBATAN CERAGEM
Ceragem  sendiri merupakan  teknik pengobatan efektif yang menggabungkan  perpaduan antara teknologi canggih dunia kedokteran dengan pengobatan tradisional warisan leluhur. Ceragem merupakan pilihan alternatif yang menghubungkan antara teknologi barat dengan  pengobatan warisan leluhur. Percampuran antara dua dunia pengobatan itu diyakini menimbulkan sinergi yang ampuh membantu kesembuhan. Disini kita dapat mengetahui apa ceragem itu sendiri,  yaitu sebutan alat kesehatan yang menggunakan teknologi sinar infra merah yang dipadukan dengan batu giok dalam balutan mesin berteknologi canggih.
 Manfaat utama  dari pengobatan Ceragem cendiri yaitu mampu menyembuhkan beragam penyakit. Seperti gangguan ginjal, kencing manis, sakit jantung, asam urat darah tinggi, gangguan labung, stoke dan lain-lain. Selain itu, penyembuhan melalui pengobatan ceragem tidak menimbulkan efek samping. Sekalipun terjadi reaksi, hal  tersebut . Terdapat empat prinsip utama pengobatan ceragem yakni urut, knop, Infra merah jauh dan Chiroparactic (tulang belakang) menjadi langkah proses penyembuhan. merupakan kerja penyinaran sinar infra merah jauh yang menjadi bagian prosesi dalam tubuh untuk memperbaiki diri. proses dari pengobatan ceragem itu sendiri yaitu Prinsip urut pada tubuh manusia diyakini masyarakat timur memiliki aliran chi. Apabila terserang penyakit maka aliran chi menjadi terhambat dan akibatnya metabolisme tubuh tidak berjalan normal lalu tubuh pun sakit. Dengan batu giok yang berjumlah 9 buah pada ceragem akan memberikan tekanan pada tubuh pada 12 titik di daerah tulang belakang dan 3 titik pada perut, dengan begitu aliran darah akan menjadi lancar.Sedangkan prinsip kop, diyakini mampu memberikan rangsangan, mengaktifkan fungsi sel, membantu memproduksi sel, membersihkan pembuluh darah hingga malancarkan peredaran darah, memperbaiki syaraf dan menaktifkan metabolime hingga tubuh anti bodi pun meningkat.  Prinsip ketiga, pemberian sinar infra merah.




Menurut kepercayaan masyarakat Timur, sinar infra merah merupakan sinar kehidupan yang diyakini mampu menembus ke dalam tubuh dengan mengeluarkan rasa panas dan selanjutnya mendeteksi penyakit ditubuh. "Jika pasien merasakan panas, lalu usai pemberian sinar infra merah kulit menjadi kemerahan dan terfokus maka pasien memiliki penyakit ditubuhnya. Sinar infra merah yang berpadu ketika batu giok memberikan tekanan pada titik-titik pada tubuh akan sumber penyakit. Hasil deteksi terlihat pada kulit yang menjadi kemerahan karena peredaran darah ditubuh tidak lancar.Prinsip terakhir adalah Chiropractic atau tulang belakang. Ceragem, dikatakan pengobatan yang menyakini bahwa sumber berbagai penyakit berasal dari tulang belakang. Tulang punggung, sendiri memiliki susunan syaraf yang vital bagi tubuh. Ketika tubuh mengalami gangguan maka diyakini permasalahan bisa berasal dari tulang belakang.Seluruh tahapan prinsip dilaksanakan dalam waktu 30 menit. Dibagi menjadi dua sesi, pertama sesi bagian tulang belakang serta pinggul dan kedua, sesi badan. 13 titik pada tulang belakang dan 3 titik pada perut diberi waktu penekanan oleh giok dan penyinaran sinar infra merah jauh selama dua menit. Pemberian sinar infra merah jauh tidak dilakukan secara terus menerus namun berotasi. Prosesi Tubuh Esensi pengobatan Ceragem, pada dasarnya tercantum dalam tiga poin yakni menyembuhkan, mendeteksi dan merawat.pasien, dengan sendirinya setelah mengikuti pengobatan Ceragem akan tahu apa yang harus dilakukan. Jika dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah pantangan. Namun, ceragem menanamkan kepada pasien untuk menyadari hal-hal apa yang harus dilakukan guna kesembuhan mereka."Ceragem tidak kenal pantangan, namun lebih membutuhkan kesadaran pasien menjaga diri mereka sendiri.Tidak semua orang percaya, bahwa terapi Ceragem Batu Giok (CBG) dapat menyembuhkan bebagai macam penyakit, tetapi  disini dibuktikan dengan sebuah Alat terapi CBG menyerupai tempat tidur listrik. Proses kerja CBG adalah proses pelepasan energi panas listrik melalui  batu giok yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga pada alat terapi tersebut terdapat tiga kabel yang masing-masing berisi batu giok 6-9 buah. Salah satu kabel berisi batu giok tersebut berfungsi untuk bagian punggung yang diletakkan di bawah tempat tidur. Batu  giok tersebut dapat bergerak baik secara otomatis maupun terfokus pada bagian punggung.  Dua kabel berisi batu giok lainnya dirancang secara manual. Artinya keduanya digunakan dan ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit mulai dari ujung kaki sampai ke ujung bagian kepala. Penggunaan CBG dianjurkan 3-4 kali sehari. Fungsi terapi CBG tersebut adalah memperlancar peredaran darah dan proses kimiawi dalam tubuh manusiawi lewat batu giok dengan bantuan listrik. Panasnya bisa mencapai 60 derajat celsius. Energi panas tersebutlah yang membantu pemulihan dan penyehatan dinamika peredran darah dalam tubuh. Banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat pengobatan ceragem itu sendiri.

 Hubungannya dengan sosial budaya itu sangat erat sekali karena tidak menghilangkan unsur budaya pengobatan warisan leluhur dan juga dapat menggabungkan warisan pengobatan tersebut dengan teknik pengobatan modern sekarang ini. Sehingga keberadaannya sekarang ini sangat diminati oleh banyak orang.kemudian dari segi sosialnya yaitu dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi banyak orang .sehingga mampu memberikan kualitas kesehatan yang baik bagi masyarakat luas serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.kaitannya dengan promosi kesehatan  yaitu ada beberapa upaya yang dapat dilakukan. Diantaranya adalah upaya promotif ( upaya promosi), upaya preventif ( upaya pencegahan), upaya kurati f( upaya pengobatan), dan upaya rehabilitasi ( upaya rehabilitasi).1.Upaya promotif dapat dilakukan dengan cara melalui media massa misalkan saja koran,poster, majalah ,dll.sehingga dengan begitu masyarakat tahu adanya pengobatan dengan menggunakan ceragem. Dan masyarakat bisa memanfaatkan teknik pengobatan ceragem tersebut.jadi apabila ada suatu penyakit yang diderita oleh suatu masyarakat,dan sudah melakukan pengobatan lain tetapi tidak ada kemajuan ,masyarakat bisa mencoba alternatif pengobatan dengan menggunakan ceragem. 2. upaya preventif yaitu suatu upaya pencegahan ,dimana agar dalam suatu masyarakat tersebut kesehatannya tetap terjaga sehingga tidak mengalami penurunan kesehatan dan dapat lebih meningkatkan kualitas kesehatannya. Serta mengkonsumsi makan- makanan yang bergizi dan tentunya baik untuk kesehatan.3. Upaya kuratif adalah upaya suatu pengobatan untuk memberikan kesembuhan supaya kondisi orang yang sakit tersebut dapat pulih kembali dan dapat menjalankan aktivitas sehari- hari. 4. upaya rehabilitatif ialah  suatu upaya rehabilitasi , ketika suatu penyakit sudah sulit untuk disembuhkan maka jangan lantas putus asa tetapi bagaimana cara kita menangani masalah kesehatan tersebut dengan cara mencari alternatif lain untuk mencapai suatu kesembuhan.dan perlu adanya dukungan mental dan psikis dari pihak yang bersangkutan. Jadi pengobatan dengan cara ceragem bisa dilakukan karena intensitas negatif atau efek sampingnya lebih kecil dibandingkan dengan pengobatan lain.

Senin, 02 April 2012

Pendidikan dan Perilaku Kesehatan

                                                        BAB I
                                               PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Keberhasilan program  pendidikan dan perilaku kesehatan sangat besar perananya guna mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan dan perilaku kesehatan ini harus didukung oleh semua pihak terutama masyarakatnya. Program pendidikan dan perilaku kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan tentunya menyadarkan mereka tentang pentingnya kesehatan itu sendiri. Kesehatan sendiri adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendidikan dan perilaku kesehatan.
Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarat , maka perlu dilakukan pendidikan ,khususnya ditujukan pada masyarakat.maka dari itu penulis tertarik mengambil judul makalah”PENDIDIKAN DAN PERILAKU KESEHATAN”
                                   
1.2  Rumusan masalah
Berdasarkan judul makalah ini maka rumusan masalahnya adalah prinsip-prinsip pendidikan kesehatan,ruang lingkup pendidikan kesehatan,sub bidang keilmuan pendidikan kesehatan,metode pendidikan perilaku, alat bantu dan media pendidikan kesehatan, perilaku kesehatan, perubahan-perubahan perilaku, perubahan perilaku dan proses belajar,dan bentuk-bentuk perubahan perilaku.

1.3  Tujuan
Untuk mengetahui prinsip-prinsip  pendidikan kesehatan masyarakat serta hal-hal yang berkaitan tentang pendidikn dan perilaku kesehatan.

1.4  Manfaat
Manfaat dari penulisan ini adalah:
1.      Agar masyarakat mengetahui tentang pendidikan dan perilaku kesehatan
2.      Agar masyarakat mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan ( prinsip-prinsip pendidikan kesehatan, ruang lingkup pendidikan kesehatan, sub bidang keilmuan pendidikan kesehatan, metode pendidikan perilaku, alat bantu dan media pendidikan kesehatan, perilaku kesehatan, perubahan-perubahan perilaku,perubahan perilaku dan proses belajar, dan bentuk-bentuk perubahan perilaku )



                  BAB II
           ISI
2.1  Prinsip-prinsip pendidikan kesehatan
Pendidikan kesahatan sangat penting untuk menunjang program –program kesehatan yang lain.akan tetapi pernyataan ini tidak didukung dengan kenyataan yang ada. Karena program pelayanan kesehatan yang ada kurang melibatkan pendidikan kesehatan. Pendidikan merupakan ‘behavioral investment’ jangka panjang.Artinya pendidikan kesehatan baru dapat dilihat beberapa tahun kemudian. Dalam waktu yang pendek (immediate impact) pendidikan kesehatan  hanya menghasilkan perubahan atau peningkatan  pengetahuan masyarakat. Sedangkan peningkatan pengetahuan saja belum akan berpengaruh langsung terd=hadap indikator kesehatan.
Pengetahuan kesehatan akan perpengaruh pada perilaku sebagai hasil jangka menengah (intermediate impact)dari pendidikan kesehatan. Selanjutnya akan berpengaruh pada peningkatan indikator kesehatan masyarakat sebagai keluaran (outcome) pendidikan kesehatan. Berbeda dengan program kesehatan yang lain,terutama program pengobatanyang langsung memberikan hasil (immediate impact) terhadap penurunan kesakitan.
1.      Peranan Pendidikan Kesehatan
Peranan pendidikan kesehatan adalah melakukan intervensi faktor perilaku sehingga perilaku individu,kelompok atau masyarakat sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Dengan kata lain, pendidikan kesehatan  adalah suatu usaha untuk menyediakan kondisi psikologis dan sasaran agar mereka berperilaku sesuai dengan tuntunan nilai-nilai kesehatan.
2.      Konsep Pendidikan Kesehatan
Konsep pendidikan kesehatan adalah konsep pendidikan yang diaplikasikan pada bidang kesehatan. Konsep dasar pendidikan adalah suatu proses belajar yang berarti dalam pendidikan itu terjadi proses pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan kearah yang lebih dewasa, lebih baik, lebih matang pada diri individu, kelompok / masyarakat. Konsep pendidikan kesehatan itu juga proses belajar pada individu, kelompok atau masyarakat dari tidak tahu tentang nilai-nilai kesehatan menjadi tahu, dari tidak mampu mengatasi masalah kesehatan menjadi mampu mengatasi masalah kesehatan, dll.
3.      Proses Pendidikan Kesehatan
Prinsip pokok pendidikan kesehatan adalah proses belajar. Dalam kegiatan belajar ada tiga masalah pokok,yakni persoalan masukan (input), proses dan persoalan pengeluaran ( out put ). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar ada 4 kelompok yaitu: faktor materi(bahan belajar), lingkungan, instrumental ini terdiri dari perangkat keras (hardwere) seperti perlengkapan belajar,alat-alat peraga, dan perangkat lunak (softwere) seperti fasilitator belajar,metode belajar,organisasi,dll.
2.2  Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan
Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi, antara lain dimensi sasaran  pendididkan, dimensi tempat pelaksanaan atau apikasinya,dan dimensi tingkat pelayanan kesehatan. Dimensi sasaran pendidikan kesehatan dibagi menjadi 3 kelompok:
1.      Pendidikan kesehatan individual
2.      Pendidikan kesehatan kelompok
3.      Pendidikan kesehatan masyarakat
Dimensi tempat pelaksanaanya,pendidikan kesehatan dapat berlangsung di berbagai tempat,misal di sekolah, rumah sakit, di tempat-tempat kerja, dll
Dimensi tingkat pelayanan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan  5 tingkat pencegahan.
a.       Promosi kesehatan (health promotion)
b.      Perlindungan khusus (specific protection)
c.       Diagnosis dini dan pengobatan segera (Early diagnosis and prampt treatment)
d.      Pembatasan cacat (Disability limitation)
e.       Rehabilitasi (rehabilitation)
2.3  Sub Bidang Keilmuan Pendidikan Kesehatan
Usaha intervensi perilaku diarahkan pada 3 faktor pokok, yakni faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Strategi untuk pendekatan faktor tersebut berbeda-beda. Dari perbedaan strategi tersebut mengakibatkan dikembangkannya mata ajaran – mata ajaran atau sub disiplin ilmu sebagai bahan dari pendidikan kesehatan. Mata ajaran tersebut adalah:
1.      Komunikasi
2.      Dinamika Kelompok
3.      Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat (PPM)
4.      Pengembangan Kesehatan  Masyarakat Desa (PKDM)
5.      Pemasaran Sosial (Social Marketing)
6.      Pengembangan Organisasi
7.      Pendidikan dan Pelatihan ( Diklat)
8.      Pengembangan Media ( Teknologo Pendidikan Kesehatan)
9.      Perencanaan dan Evaluasi Pendidikan Kesehatan
10.  Antropologi Kesehatan
11.  Sosiologi Kesehatan
12.  Psikologi Sosial
2.4  Metode Pendidikan Perilaku
Pada hakikatnya pendidikan kesehatan adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat ,kelompok atau individu.
Beberapa metode pendidikan individual, kelompok, dan massa (public).
a.       Metode pendidikan individual (perorangan)
Bentuk dari pendekatan pendidikan ini adalah bimbingan dan penyuluhan, dan wawancara.
b.      Metode pendidikan kelompok
Metode pendidikan kelompok ,harus mengingat besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal pada sasaran. Metode tergantung pada besarnya sasaran pendidikan.Kelompok besar bisa menggunakan metode ceramah dan seminar. Sedangkan kelompok kecil bisa dengan,
1.      Diskusi kelompok
2.      Curah pendapat (Brain Storming)
3.      Bola salju (Snow Balling)
4.      Kelompok kecil –kecil ( Bruzz Group)
5.      Memainkan peranan (Role Play)
6.      Permainan simulasi( Simulation Game)

c.       Metode pendidikan massa ( public)
Pendekatan yang bisa dilakukan dengan metode ini adalah:
1.      Ceramah umum (Public Speaking)
2.      Pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik baik tv maupun radio
3.      Simulasi
4.      Sinetron
5.      Tulisan- tulisan dimajalah atau koran
6.      Bill Board
2.5  Alat Bantu dan Media Pendidikan Kesehatan
a.       Alat bantu lihat.Alat bantu lihat ini dibagi menjadi 2:
1.      Alat yang diproyeksikan (slide, film,film strip,dll)
2.      Alat- alat yang tidak diproyeksikan ( gambar peta, bola dunia,dll).
b.      Alat- alat bantu dengar ,misalnya piringan hitam,radio, pita suara,dll.
c.       Alat bantu lihat- dengar, seperti televisi dan radio cassette
Media pendidikan kesehatan adalah alat bantu pendidikan (AVA). Media pendidikan sendiri dibagi menjadi 3 yaitu: media cetak, media elektronik, Alat bantu  pendidikan adalah alat –alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan atau pengajaran.
Macam- macam alat bantu:
papan media (bill board).
2.6  Perilaku Kesehatan
Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan , makanan, serta lingkungan.perilaku kesehatan mencakup :
a.       Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit
Yaitu bagaimana manusia berespons,baik secara pasif maupun aktif. Perilaku terhadap sakit dan penyakit ini ada tingkat  pencegahannya antar lain:
1.      Perilaku sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan
2.      Perilaku pencegahan penyakit
3.      Perilaku sehubungan dengan pencarian pengobatan
4.      Perilaku sehubungan dengan pemulihan kesehatan
b.      Perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan
Respons  seseorang terhadap sistem pelayanan kesehatan baik sistem pelayanan kesehatan modern maupun tradisional.
c.       Perilaku terhadap makanan
Respons seseorang terhadap makanan  sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan.Perilaku ini meliputi pengetahuan, persepsi, sikap dan praktek kita terhadap makanan serta unsur yang terkandung didalamnya,dll.
d.      Perilaku tehadap lingkungan kesehatan
Perilaku ini antara lain mencakup:
1.      Perilaku sehubungan dengan air bersih
2.      Perilaku sehubungan dengan pembuangan air kotor
3.      Perilaku sehubungan dengan limbah
4.      Perilaku sehubungan dengan rumah sehat
5.      Perilaku sehubungan dengan pembersihan sarang- sarang nyamuk
2.7  Perubahan -Perubahan Perilaku
Hal terpenting dalam pembentukan perilaku kesehatan adalah masalah pembentukan dan perubahan perilaku. Perubahan perilaku merupakan tujuan dari pendidikan atau penyuluhan kesehatan sebagai penunjang program-program kesehatan yang lainnya. Banyak teori tentang perubahan perilaku.antara lain:
a)      Teori Stimulus-Organisme-Respon(S-O-R)
Teori ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung pada kualitas rangsang ( stimulus) yang berkomunikasi organisme. Proses perubahan perilaku tersebut menggambarkan proses belajar pada diri individu yang terdiri dari:
1.      Stimulus (rangsang) yang diberikan pada organisme dapat diterima atau ditolak.
2.      Apabila stimulus telah mendapat perhatian dari organisme ( diterima) maka ia mengerti stimulus ini dan dilanjutkan kepada proses berikutnya.
3.      Setelah itu organisme mengolah stimulus tersebut sehingga terjadi kesediaan untuk bertindak demi stimulus yang telah diterimany ( bersikap).
4.      Akhirnya dengan dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan maka stimulus tersebut mempunyai efek tindakan dari individu tersebut (perubahan perilaku)
b)      Teori Festinger (Dissonance Theory)
Teori ini sama dengan konsep ‘im balance’( tidak seimbang).Keadaan ketidakseimbangan  psikologis yang diliputi oleh ketegangan diri yang berusaha untuk mencapai keseimbangan kembali.Apabila terjadi keseimbangan dalam diri individu ,maka berarti sudah tidak terjadi ketegangan diri lagi,dan keadaan ini disebut’consenance’ ( keseimbangan).
c)      Teori Fungsi
Teori perubahan perilaku ini tergantung pada keutuhan.Hal ini berarti bahwa stimulus yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku seseorang apabila stimulus tersebut dapat dimengerti dalam konteks kebutuhan oranng tersebut.Menurut Katz (1960) perilaku dilatarbelakangi oleh kebutuhan individu yang bersangkutan .Katz berasumsi bahwa:
1.      Perilaku itu memiliki fungsi instrumental,artinya dapat berfungsi dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan.
2.      Perilaku dapat berfungsi sebagai ‘Defence mecanism’ atau sebagai pertahanan diri dalam menghadapi lingkungannya.
3.      Perilaku sebagai penerima objek dan memberikan arti
4.      Perilaku berfunsi sebagai nilai ekspresif dari diri seseorang dalam menjawab suatu situasi.
d)      Teori Kurt Lewin
Perilaku manusia itu adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan- kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan- kekuatan penahan (restrining forces).Ada tiga kemungkinan terjadinya perubahan perilaku pada diri seseorang, yakni:
1.      Kekuatan-kekuatan pendorong meningkat
2.      Kekuatan- kekuatan penahan menurun
3.      Kekuatan pendorong meningkat ,kekuatan pendorong menurun
2.8  Perubahan Perilaku dan Proses Belajar
Terbentuknya perilaku dapat terjadi karena proses kematangan dan dari proses interaksi dengan lingkungan.Cara yang kedua inilah yang paling besar pengaruhnya terhadap perilaku manusia. Terbentuknya dan perubahan perilaku karena proses interaksi antara individu  dengan lingkungan ini melalui suatu proses ,yakni proses belajar.Oleh sebab itu,perubahan perilaku  dan proses belajar itu sangat erat kaitannya .Perubahan perilaku merupakan hasil dari proses belajar.
2.9  Bentuk- bentuk perubah perilaku
Bentuk  perubahan perilaku sangat bervariasi.Bentuk perubahan perilaku menurut WHO ada 3 yaitu:
1.      Perubahan alamiah (natural change)
Perubahan disebabkan karena kejadian alamiah .
2.      Perubahan rencana (planned change)
Perubahan yang terjadi memang karena sudah direncanakan  sendiri oleh subjek.
3.      Kesediaan untuk berubah (Readiness to change)
Dalam hal ini masyarakat mempunyai kesediaan berubah yang berbeda-beda.
. Beberapa strategi  untuk memperoleh perubahan perilaku menurut WHO ,antara lain:
a.       Menggunakan kekuatan /kekuasaan atau dorongan
Perubahan perilaku dipaksakan  pada sasaran  atau masyarakat sehingga ia mau melakukan ( berperilaku) seperti yang diharapkan.Hal ini dapat dilakukan dengan adanya peraturan-peraturan atau perundang-undangan yang harus dipatuhi oleh masyarakat.
b.      Pemberian informasi
Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan informasi-informasi tentang cara mencapai hidup sehat,cara memelihara kesehatan,dll.
c.       Diskusi dan Partisipasi
Disini pemberian informasi sifatnya tidak searah saja,tetai dua arah.hal ini berarti masyarakat tidak hanya pasif menerima informasi, tetapi juga harus aktif berpartisipasi melaui diskusi -diskusi tentang informasi yang diterimanya

                                                                                BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Teori pendidikan dan perilaku kesehatan merupakan acuan atau panduan dalam melakukan pendidikan dan pembentukan perilaku sehat, guna meningkatkan kesehatan masyarakat dan mnunjang aspek perilaku yang lain. Dimana dalam proses pendidikan tersebut terjadi proses pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan ke arah yang lebih dewasa, lebih baik, dan  lebih matang pada diri individu, kelompok atau masyarakat.
      Pendidikan dan perilaku kesehatan ini meliputi: prinsip- prinsip pendidikan kesehatan, ruang lingkup pendidikan kesehatan, sub bidang keilmuan pendidikan kesehatan, metode pendidikan perilaku, alat bantu dan media pendidikan kesehatan, perilaku kesehatan, perubahan- perubahan perilaku,
perubahan perilaku dan proses belajar, bentuk- bentuk perubahan perilaku.



















                                                         BAB I
                                               PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Keberhasilan program  pendidikan dan perilaku kesehatan sangat besar perananya guna mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan dan perilaku kesehatan ini harus didukung oleh semua pihak terutama masyarakatnya. Program pendidikan dan perilaku kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan tentunya menyadarkan mereka tentang pentingnya kesehatan itu sendiri. Kesehatan sendiri adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendidikan dan perilaku kesehatan.
Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarat , maka perlu dilakukan pendidikan ,khususnya ditujukan pada masyarakat.maka dari itu penulis tertarik mengambil judul makalah”PENDIDIKAN DAN PERILAKU KESEHATAN”
                                   
1.2  Rumusan masalah
Berdasarkan judul makalah ini maka rumusan masalahnya adalah prinsip-prinsip pendidikan kesehatan,ruang lingkup pendidikan kesehatan,sub bidang keilmuan pendidikan kesehatan,metode pendidikan perilaku, alat bantu dan media pendidikan kesehatan, perilaku kesehatan, perubahan-perubahan perilaku, perubahan perilaku dan proses belajar,dan bentuk-bentuk perubahan perilaku.

1.3  Tujuan
Untuk mengetahui prinsip-prinsip  pendidikan kesehatan masyarakat serta hal-hal yang berkaitan tentang pendidikn dan perilaku kesehatan.

1.4  Manfaat
Manfaat dari penulisan ini adalah:
1.      Agar masyarakat mengetahui tentang pendidikan dan perilaku kesehatan
2.      Agar masyarakat mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan ( prinsip-prinsip pendidikan kesehatan, ruang lingkup pendidikan kesehatan, sub bidang keilmuan pendidikan kesehatan, metode pendidikan perilaku, alat bantu dan media pendidikan kesehatan, perilaku kesehatan, perubahan-perubahan perilaku,perubahan perilaku dan proses belajar, dan bentuk-bentuk perubahan perilaku )



                  BAB II
           ISI
2.1  Prinsip-prinsip pendidikan kesehatan
Pendidikan kesahatan sangat penting untuk menunjang program –program kesehatan yang lain.akan tetapi pernyataan ini tidak didukung dengan kenyataan yang ada. Karena program pelayanan kesehatan yang ada kurang melibatkan pendidikan kesehatan. Pendidikan merupakan ‘behavioral investment’ jangka panjang.Artinya pendidikan kesehatan baru dapat dilihat beberapa tahun kemudian. Dalam waktu yang pendek (immediate impact) pendidikan kesehatan  hanya menghasilkan perubahan atau peningkatan  pengetahuan masyarakat. Sedangkan peningkatan pengetahuan saja belum akan berpengaruh langsung terd=hadap indikator kesehatan.
Pengetahuan kesehatan akan perpengaruh pada perilaku sebagai hasil jangka menengah (intermediate impact)dari pendidikan kesehatan. Selanjutnya akan berpengaruh pada peningkatan indikator kesehatan masyarakat sebagai keluaran (outcome) pendidikan kesehatan. Berbeda dengan program kesehatan yang lain,terutama program pengobatanyang langsung memberikan hasil (immediate impact) terhadap penurunan kesakitan.
1.      Peranan Pendidikan Kesehatan
Peranan pendidikan kesehatan adalah melakukan intervensi faktor perilaku sehingga perilaku individu,kelompok atau masyarakat sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Dengan kata lain, pendidikan kesehatan  adalah suatu usaha untuk menyediakan kondisi psikologis dan sasaran agar mereka berperilaku sesuai dengan tuntunan nilai-nilai kesehatan.
2.      Konsep Pendidikan Kesehatan
Konsep pendidikan kesehatan adalah konsep pendidikan yang diaplikasikan pada bidang kesehatan. Konsep dasar pendidikan adalah suatu proses belajar yang berarti dalam pendidikan itu terjadi proses pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan kearah yang lebih dewasa, lebih baik, lebih matang pada diri individu, kelompok / masyarakat. Konsep pendidikan kesehatan itu juga proses belajar pada individu, kelompok atau masyarakat dari tidak tahu tentang nilai-nilai kesehatan menjadi tahu, dari tidak mampu mengatasi masalah kesehatan menjadi mampu mengatasi masalah kesehatan, dll.
3.      Proses Pendidikan Kesehatan
Prinsip pokok pendidikan kesehatan adalah proses belajar. Dalam kegiatan belajar ada tiga masalah pokok,yakni persoalan masukan (input), proses dan persoalan pengeluaran ( out put ). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar ada 4 kelompok yaitu: faktor materi(bahan belajar), lingkungan, instrumental ini terdiri dari perangkat keras (hardwere) seperti perlengkapan belajar,alat-alat peraga, dan perangkat lunak (softwere) seperti fasilitator belajar,metode belajar,organisasi,dll.
2.2  Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan
Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi, antara lain dimensi sasaran  pendididkan, dimensi tempat pelaksanaan atau apikasinya,dan dimensi tingkat pelayanan kesehatan. Dimensi sasaran pendidikan kesehatan dibagi menjadi 3 kelompok:
1.      Pendidikan kesehatan individual
2.      Pendidikan kesehatan kelompok
3.      Pendidikan kesehatan masyarakat
Dimensi tempat pelaksanaanya,pendidikan kesehatan dapat berlangsung di berbagai tempat,misal di sekolah, rumah sakit, di tempat-tempat kerja, dll
Dimensi tingkat pelayanan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan  5 tingkat pencegahan.
a.       Promosi kesehatan (health promotion)
b.      Perlindungan khusus (specific protection)
c.       Diagnosis dini dan pengobatan segera (Early diagnosis and prampt treatment)
d.      Pembatasan cacat (Disability limitation)
e.       Rehabilitasi (rehabilitation)
2.3  Sub Bidang Keilmuan Pendidikan Kesehatan
Usaha intervensi perilaku diarahkan pada 3 faktor pokok, yakni faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Strategi untuk pendekatan faktor tersebut berbeda-beda. Dari perbedaan strategi tersebut mengakibatkan dikembangkannya mata ajaran – mata ajaran atau sub disiplin ilmu sebagai bahan dari pendidikan kesehatan. Mata ajaran tersebut adalah:
1.      Komunikasi
2.      Dinamika Kelompok
3.      Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat (PPM)
4.      Pengembangan Kesehatan  Masyarakat Desa (PKDM)
5.      Pemasaran Sosial (Social Marketing)
6.      Pengembangan Organisasi
7.      Pendidikan dan Pelatihan ( Diklat)
8.      Pengembangan Media ( Teknologo Pendidikan Kesehatan)
9.      Perencanaan dan Evaluasi Pendidikan Kesehatan
10.  Antropologi Kesehatan
11.  Sosiologi Kesehatan
12.  Psikologi Sosial
2.4  Metode Pendidikan Perilaku
Pada hakikatnya pendidikan kesehatan adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat ,kelompok atau individu.
Beberapa metode pendidikan individual, kelompok, dan massa (public).
a.       Metode pendidikan individual (perorangan)
Bentuk dari pendekatan pendidikan ini adalah bimbingan dan penyuluhan, dan wawancara.
b.      Metode pendidikan kelompok
Metode pendidikan kelompok ,harus mengingat besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal pada sasaran. Metode tergantung pada besarnya sasaran pendidikan.Kelompok besar bisa menggunakan metode ceramah dan seminar. Sedangkan kelompok kecil bisa dengan,
1.      Diskusi kelompok
2.      Curah pendapat (Brain Storming)
3.      Bola salju (Snow Balling)
4.      Kelompok kecil –kecil ( Bruzz Group)
5.      Memainkan peranan (Role Play)
6.      Permainan simulasi( Simulation Game)

c.       Metode pendidikan massa ( public)
Pendekatan yang bisa dilakukan dengan metode ini adalah:
1.      Ceramah umum (Public Speaking)
2.      Pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik baik tv maupun radio
3.      Simulasi
4.      Sinetron
5.      Tulisan- tulisan dimajalah atau koran
6.      Bill Board
2.5  Alat Bantu dan Media Pendidikan Kesehatan
a.       Alat bantu lihat.Alat bantu lihat ini dibagi menjadi 2:
1.      Alat yang diproyeksikan (slide, film,film strip,dll)
2.      Alat- alat yang tidak diproyeksikan ( gambar peta, bola dunia,dll).
b.      Alat- alat bantu dengar ,misalnya piringan hitam,radio, pita suara,dll.
c.       Alat bantu lihat- dengar, seperti televisi dan radio cassette
Media pendidikan kesehatan adalah alat bantu pendidikan (AVA). Media pendidikan sendiri dibagi menjadi 3 yaitu: media cetak, media elektronik, Alat bantu  pendidikan adalah alat –alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan atau pengajaran.
Macam- macam alat bantu:
papan media (bill board).
2.6  Perilaku Kesehatan
Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan , makanan, serta lingkungan.perilaku kesehatan mencakup :
a.       Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit
Yaitu bagaimana manusia berespons,baik secara pasif maupun aktif. Perilaku terhadap sakit dan penyakit ini ada tingkat  pencegahannya antar lain:
1.      Perilaku sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan
2.      Perilaku pencegahan penyakit
3.      Perilaku sehubungan dengan pencarian pengobatan
4.      Perilaku sehubungan dengan pemulihan kesehatan
b.      Perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan
Respons  seseorang terhadap sistem pelayanan kesehatan baik sistem pelayanan kesehatan modern maupun tradisional.
c.       Perilaku terhadap makanan
Respons seseorang terhadap makanan  sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan.Perilaku ini meliputi pengetahuan, persepsi, sikap dan praktek kita terhadap makanan serta unsur yang terkandung didalamnya,dll.
d.      Perilaku tehadap lingkungan kesehatan
Perilaku ini antara lain mencakup:
1.      Perilaku sehubungan dengan air bersih
2.      Perilaku sehubungan dengan pembuangan air kotor
3.      Perilaku sehubungan dengan limbah
4.      Perilaku sehubungan dengan rumah sehat
5.      Perilaku sehubungan dengan pembersihan sarang- sarang nyamuk
2.7  Perubahan -Perubahan Perilaku
Hal terpenting dalam pembentukan perilaku kesehatan adalah masalah pembentukan dan perubahan perilaku. Perubahan perilaku merupakan tujuan dari pendidikan atau penyuluhan kesehatan sebagai penunjang program-program kesehatan yang lainnya. Banyak teori tentang perubahan perilaku.antara lain:
a)      Teori Stimulus-Organisme-Respon(S-O-R)
Teori ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung pada kualitas rangsang ( stimulus) yang berkomunikasi organisme. Proses perubahan perilaku tersebut menggambarkan proses belajar pada diri individu yang terdiri dari:
1.      Stimulus (rangsang) yang diberikan pada organisme dapat diterima atau ditolak.
2.      Apabila stimulus telah mendapat perhatian dari organisme ( diterima) maka ia mengerti stimulus ini dan dilanjutkan kepada proses berikutnya.
3.      Setelah itu organisme mengolah stimulus tersebut sehingga terjadi kesediaan untuk bertindak demi stimulus yang telah diterimany ( bersikap).
4.      Akhirnya dengan dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan maka stimulus tersebut mempunyai efek tindakan dari individu tersebut (perubahan perilaku)
b)      Teori Festinger (Dissonance Theory)
Teori ini sama dengan konsep ‘im balance’( tidak seimbang).Keadaan ketidakseimbangan  psikologis yang diliputi oleh ketegangan diri yang berusaha untuk mencapai keseimbangan kembali.Apabila terjadi keseimbangan dalam diri individu ,maka berarti sudah tidak terjadi ketegangan diri lagi,dan keadaan ini disebut’consenance’ ( keseimbangan).
c)      Teori Fungsi
Teori perubahan perilaku ini tergantung pada keutuhan.Hal ini berarti bahwa stimulus yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku seseorang apabila stimulus tersebut dapat dimengerti dalam konteks kebutuhan oranng tersebut.Menurut Katz (1960) perilaku dilatarbelakangi oleh kebutuhan individu yang bersangkutan .Katz berasumsi bahwa:
1.      Perilaku itu memiliki fungsi instrumental,artinya dapat berfungsi dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan.
2.      Perilaku dapat berfungsi sebagai ‘Defence mecanism’ atau sebagai pertahanan diri dalam menghadapi lingkungannya.
3.      Perilaku sebagai penerima objek dan memberikan arti
4.      Perilaku berfunsi sebagai nilai ekspresif dari diri seseorang dalam menjawab suatu situasi.
d)      Teori Kurt Lewin
Perilaku manusia itu adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan- kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan- kekuatan penahan (restrining forces).Ada tiga kemungkinan terjadinya perubahan perilaku pada diri seseorang, yakni:
1.      Kekuatan-kekuatan pendorong meningkat
2.      Kekuatan- kekuatan penahan menurun
3.      Kekuatan pendorong meningkat ,kekuatan pendorong menurun
2.8  Perubahan Perilaku dan Proses Belajar
Terbentuknya perilaku dapat terjadi karena proses kematangan dan dari proses interaksi dengan lingkungan.Cara yang kedua inilah yang paling besar pengaruhnya terhadap perilaku manusia. Terbentuknya dan perubahan perilaku karena proses interaksi antara individu  dengan lingkungan ini melalui suatu proses ,yakni proses belajar.Oleh sebab itu,perubahan perilaku  dan proses belajar itu sangat erat kaitannya .Perubahan perilaku merupakan hasil dari proses belajar.
2.9  Bentuk- bentuk perubah perilaku
Bentuk  perubahan perilaku sangat bervariasi.Bentuk perubahan perilaku menurut WHO ada 3 yaitu:
1.      Perubahan alamiah (natural change)
Perubahan disebabkan karena kejadian alamiah .
2.      Perubahan rencana (planned change)
Perubahan yang terjadi memang karena sudah direncanakan  sendiri oleh subjek.
3.      Kesediaan untuk berubah (Readiness to change)
Dalam hal ini masyarakat mempunyai kesediaan berubah yang berbeda-beda.
. Beberapa strategi  untuk memperoleh perubahan perilaku menurut WHO ,antara lain:
a.       Menggunakan kekuatan /kekuasaan atau dorongan
Perubahan perilaku dipaksakan  pada sasaran  atau masyarakat sehingga ia mau melakukan ( berperilaku) seperti yang diharapkan.Hal ini dapat dilakukan dengan adanya peraturan-peraturan atau perundang-undangan yang harus dipatuhi oleh masyarakat.
b.      Pemberian informasi
Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan informasi-informasi tentang cara mencapai hidup sehat,cara memelihara kesehatan,dll.
c.       Diskusi dan Partisipasi
Disini pemberian informasi sifatnya tidak searah saja,tetai dua arah.hal ini berarti masyarakat tidak hanya pasif menerima informasi, tetapi juga harus aktif berpartisipasi melaui diskusi -diskusi tentang informasi yang diterimanya

                                                                                BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Teori pendidikan dan perilaku kesehatan merupakan acuan atau panduan dalam melakukan pendidikan dan pembentukan perilaku sehat, guna meningkatkan kesehatan masyarakat dan mnunjang aspek perilaku yang lain. Dimana dalam proses pendidikan tersebut terjadi proses pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan ke arah yang lebih dewasa, lebih baik, dan  lebih matang pada diri individu, kelompok atau masyarakat.
      Pendidikan dan perilaku kesehatan ini meliputi: prinsip- prinsip pendidikan kesehatan, ruang lingkup pendidikan kesehatan, sub bidang keilmuan pendidikan kesehatan, metode pendidikan perilaku, alat bantu dan media pendidikan kesehatan, perilaku kesehatan, perubahan- perubahan perilaku,
perubahan perilaku dan proses belajar, bentuk- bentuk perubahan perilaku.